Bli Bali Bali (JtTWF #3)

Hai hai semua, jumpa lagi dengan saya. Sesuai janji saya yang dulu banget, yaitu menceritakan perjalanan saya di Bali. Berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya yang saya jelaskan secara deskriptif, kali ini saya akan bercerita dengan agak menyoroti seorang tokoh :D. Yak, sesuai dengan judul, Bli Bali Bali. Maksudnya adalah Bli (kakak) Pulang Bali, hehehe. Oke langsung saja.

Di hari kedua kami di Bali, destinasi kami adalah ke Kintamani. Dengan bersusah payah mengegas motor bebek otomatis yang saya tumpangi dengan Vini akhirnya kami sampai di Kintamani dengan selamat tanpa lecet. Seperti ketika kami sampai di destinasi yang lain, di sana kami pun hanya berfoto ria. Setelah puas berfoto sampailah pada dilema perjalanan. Mas Wayan mau mengunjungi rumah leluhurnya. Saat itu kami berdiskusi ke sana ke sini (padahal biasa aja), dan akhirnya deal! Kami ikut mengunjungi rumah leluhur Mas Wayan.

pas di kintamani

Dengan berbekal bensin yang seadanya, jalan berkelok Kintamani pun kami lalui dengan gembira. Sempat perjalanan terhambat beberapa saat karena ada rombongan yang salah jalan. Setelah beberapa menit, kami pun sampai di depan pagar rumah leluhur Mas Wayan yang Bali banget. Desanya asri, tak ada maling, dingin, sejuk, dan sepoi-sepoi ๐Ÿ˜€ย Yang unik di sana adalah, kata Mas Wayan walaupun motor dibiarkan tergeletak di depan rumah dengan kunci menggantung pun tidak akan ilang. Bahkan televisi pun diletakkan di teras rumah. Oiya, sebelum masuk, kami disambut lho.. oleh si penjaga rumah hehehe. “guk guk guk!” :p

Saat di sana kami serombongan disuguhi berbagai macam buah-buahan dan jajanan tradisional Bali. “Orang Bali tidak akan ada yang kelaparan atau kekurangan gizi, karena tiap hari akan ada upacara dan tiap upacara ada makanannya,” Begitu penjelasan Mas Wayan ketika kami berkomentar, “Wah..! Banyak makanan di sini.” Denah rumah di Bali pun unik, tiap2 kamar dan ruang tidak dijadikan satu atap seperti rumah2 yang biasa kita temui. Di sana beda ruang beda atap. Sehingga untuk pergi ke kamar kakek kita misalkan, kita harus melewati pekarangan yang terletak di antara ruang-ruang tadi. ๐Ÿ˜€

foto dulu sebelum makan

Tibalah pada puncak acara, kami dilarang pulang sebelum makan dulu hehehe. Keluarlah nasi beras merah, dan beberapa lauk. Lauk2 tersebut ada thum (seperti botok), ayam, thum goreng (lupa namanya), dan mi goreng Bali. Makan siang hari itu sungguh nikmat haahaha, gratis dan asli rasa Bali :D.ย Mas Wayan juga menceritakan seluk beluk budaya Bali. Pokoknya asik jalan2 ke Bali bareng Mas Wayan, saya mendapat banyak pengetahuan tentang Bali ๐Ÿ˜€

Sampailah pada penghujung acara, karena hari sudah semakin sore (16.30 WITA). Kami harus berpamitan dengan segenap keluarga Mas Wayan.. Sebenarnya pengen sih nginep, pasti asik nginep di desa di Bali yang Bali banget. hehehe sebelum pulang, tetep… foto-foto ria dulu bareng segenap keluarga Mas Wayan.

foto bareng

Yah.. sekian untuk trilogi Journey to The West Flores ๐Ÿ˜€

:iloveindonesia Ceritakanlah budaya negaramu sendiri sebelum kau diceritain oleh bule tentang budaya negaramu, heheheย  :iloveindonesia

Happy travelling :travel

4 thoughts on “Bli Bali Bali (JtTWF #3)

  1. woooo, kang anu yang diceritain makannanya muluuu
    tapi kamu pahpoh gilaa kak, hahha

    benar kenali negaramu ,sebelum kau mengetahui dari orang asing
    like this ๐Ÿ™‚

  2. wah-wah februari akir kemaren aku sama ali juga get lost di bali,,,dan sama, muter2 pake motor, sampai dapat 500km dalam 3 hari

    eh nu, tukeran link yak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s