Tinggi-tinggian di Alkid

Kisah ini menceritakan tentang delapan orang yang pergi ke Alkid. Ada saya, Irfan, Allan, Lia, Yohana, Uvi, Almira, dan Vicky. Perlu teman-teman ketahui bahwa, ini adalah kunjungan kedua saya ke Alkid hahaha. Dan keduanya bareng Irfan semua, :berbusa

Berangkat dari kosan Almira dan mampir di MIPA Selatan untuk ketemu Uvi dan Vicky. Ngeng… Setelah beberapa saat mengendarai motor, tersesatlah saya+Almira, dan Uvi karena ketinggalan Irfan. Untung ga terlalu jauh ketinggalan, akhirnya kami bisa konvoi kembali :D.

Sampai di Alkid, saya dan Vicky langsung mencoba peruntungan untuk melewati beringin yang terkenal itu. Dan, dor kami tidak sanggup melewatinya, padahal sudah saya lurusin lho jalan saya tapi kok masih melenceng saja :hammer:. Ada apa gerangan dengan langkah kaki saya? :bingungs

Oke lepas dari itu, mata saya tertuju pada sepeda dan becak berlampu. Saya ajaklah teman-teman untuk naik, awalnya sih jaim-jaim ga mau naik tapi akhirnya mau juga hahha. Setelah tanya sama mas2 yang jaga, ternyata untuk naik becak (isi 4) dibutuhkan 10K (1 putaran), 20K (2 putaran), 25K (3 putaran). Karena kami berdelapan, dibutuhkan 2 becak. Gantian saya yang menawarkan harga ke mas2nya.

“40K untuk dua becak mas, 3 putaran? gmna?,” Tawar saya.

“Bentar saya tanyakan yang punya.. Oke gpp, tapi tunggu becak satunya ya, yang bentuk monyet,” Jawab mas2nya

“Sip”

Saya ga tau apakah itu masih kemahalan atau tidak, yang penting enjoy hahha. Dengan berawakkan saya, Uvi, Irfan dan Yohana, becak yang kami kendarai pun melesat melintasi padatnya jalan Alkid. Enaknya naik becak ini adalah kendaraan ini merupakan kendaraan imun rambu lalu lintas. Mau jalan di pinggir, di tengah bebas. Yang penting ga nabrak atau nyenggol hehehe

muter2 naik becak

Capek muter2, kambali mata saya tertuju pada yang bersinar2.. Kincir! hahaha Membelilah saya sebuah kincir warna ijo yang terbuat dari kertas seharga 5K. Untuk yang satu ini saya ga tega nawar ibunya haha :D. Karena saya beli, si Irfan pun beli juga, dia beli kincir yang warna-warni. Nah.. di sini lah inti dari judul tinggi-tinggian, saya dan Irfan tinggi-tinggian main kincir. Hasilnya, sayalah yang menang.. haha kincir Irfan tidak se-aerodinamis punya saya :p Capek main bareng Irfan, saya cari musuh lain. Ketemulah sama bapak dan ibu yang lagi main dengan anaknya. Saya sok2 ngajak main anaknya, padahal niat saya untuk main tinggi-tinggian dengan bapaknya :hammer:. Hasilnya, saya menang lagi.. hahaha. Dan hadiahnya adalah kami dofotoin bapaknya  :shutup:

difotoin

Malam semakin larut dan hilang (lho?) Kami mampir ke penjual wedang ronde, dan kali ini pertama kalinya Vicky minum wedang ronde. Dia pun hanya berkomentar, “Enak sih, sayang porsinya kecil hehehe” Bercengkrama ke sana ke sini, gerimis menyuruh kami pulang.. Dan akhirnya kami pulang hahaha. Garing banget :hammer:

Sekian dan terima kasih

6 thoughts on “Tinggi-tinggian di Alkid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s