KKNSeries #2: Publik Figur Unit 88

Sip kali ini saya berkolaborasi dengan seorang 88wati yang suka nulis juga, sebut saja Mbak Be. Postingan kali ini hampir diterbitkan di Bonbin lho, tapi Bonbinnya bukan Bonbin biasa. Ini satu-satu-nya Bonbin di seantero jagat Indonesia Raya yang ada di dalam sebuah Kampus. Namun akhirnya tulisan ini diterbitkan dari kamar saya setelah sebelumnya mampir bentar di Kandang Antro dan kosan Vicky.

Tulisan kali ini berkisah tentang beberapa “tokoh” di KKN Unit 88 yang bertugas di Lingk. Matras, Kab. Bangka Belitung. Tokoh-tokoh yang ada di tulisan ini nyata adanya dan bukan fiksi belaka. Jadi siap2 aja nanggung dosa karena telah nggospin bapak/ibu/pemuda/pemudi/anak kecil yang ada di sana!

-1. Bong Cu Lai a.k.a Bong Cu Ler

Kepala Desa Rebo yang mendapat cindera mata spesial dari Iput berupa handuk . Gaya andalannya yaitu ngomong sambil kepalanya miring plus mata yang tak henti-hentinya ketip-ketip, ditambah  anggukan kepala yang aduhai *rada lebay boleh lah*. 88an jelas aja terpukau takjub melihat gaya sang kepala desa yang mungkin nyleneh kali ya. Pas di rumahnya kami dijamu dengan seteko kopi panas dan kue bakpia basah.

Jadi ceritanya sebelum kami sampai di Lingk. Matras, kami sempat nyicipin Desa Rebo karena memang awalnya kami mau KKN di sana. Namun karena beberapa pertimbangan akhirnya kami direlokasi oleh Pemda Bangka ke Lingk. Matras yang akhirnya memang menjadi lokasi KKN yang penuh kenangan. Mulai dari kami yang mengenang, dikenang, diberi kenang2an, sampai memberi kenang-kenangan.

0. Pak Darius

Salah satu personil pemda Bangka yang sangat baik hati nan rupawan. Tanpa pikir panjang beliau mau menampung beberapa anak kampung a.k.a 88an nginep dirumahnya, jadi 88an gak terlantar di pulau asing plus ditemani kedipan maut dari pak Bong Cu ler.

Bapak Darius inilah yang selalu mendampingi kami ketika KKN. Mulai dari memberi tempat tinggal sementara untuk kami, mengurus kepindahan kami ke Lingk. Matras, sampai mencarikan pondokan untuk kami. Beliau sering membawakan oleh2 ketika dolan ke pondokan kami. Sayangnya belum pernah membawakan duren, hehehe. Bahkan anak2 Pak Darius pun sangat senang ketika main ke pondokan kami, sampai2 mereka ga mau pulang cepat.

2. Pak Sekda a.k.a Bang Tar

Bapak perangkat kabupaten yang memberi kami tempat tinggal. kejutan!!!! 88an mendapat doorprize berupa pondokan yang asoy geboy, terdiri dari satu rumah biasa dan gedung pencakar langit yang terbuat dari kayu, teman2 bisa melihat bentukan pondokan kami di sini.

Pak sekda ini orangnya mirip pakde saya :hammer:. Oh iya ternyata beliau lulusan Instiper Jogja, makanya beliau sangat familiar dengan kelakuan2 mahasiswa, apalagi mahasiswa Jogja. Orangnya baik banget lho teman2, kami sering diajak makan bareng di pemancingannya. Namun ada syaratnya, kamilah yang harus memasak. Nah kalau sudah begini biasanya kami ganti2an main ke pemancingannya untuk masak. 88wan masak ikan, 88wati masak sayur! Lagi2 kami juga belum pernah diajak makan dureng bareng.

“Tidak usah galau kalau program ada yang tidak terlaksana, yang penting dari KKN yaitu bisa bergaul dengan masyarakat sudah dapat. Saya lihat kalian sangat akrab dengan masyarakat sini,” Begitulah kata Pak Sekda (saya edit dikit) pas pelepasan.

3. Pak Kaling a.k.a Abang Mustofa

Ea ea ea, bagi yang sering main ke rumah Abang satu ini pastinya sangat kenal dengan beliau, yaitu Iput, Be, dan Farah. Pak Mustofa ini lebih akrab dipanggil Pak Kaling (Kepala Lingkungan), setingkat dengan Ketua RW. Jadi Pak Kaling ini jabatannya sama dengan Bapaknya Lia (lho?).

Banyak hal2 yang dilakukan bareng beliau, mulai dari koordinasi awal KKN sampai koordinasi perayaan tujuh belasan. Yang unik dari Pak Kaling adalah beliau ga pernah kasih sambutan ketika ada acara yang melibatkan banyak warga. Entah kenapa? Kami pun hanya bisa menebak2 dengan apa yang terjadi dengan Pak Kaling. hehehe, teman2 yang ga ikutan KKN bareng kami jangan ikutan nebak lho.

4. Pak Supri dan kawan2

Bapak pengurus pemancingan Pak Sekda yang sering meminjamkan mobil pick up plat merah untuk kami. Pertama kami bertemu Pak Sukri adalah ketika pertama kami datang ke pondokan, beliau dengan cekatan memasang instalasi lampu di pondokan kami yang kata penduduk sekitar spooky2. Beliau sangat canggih dalam hal masang-memasang instalasi listrik, sampai2 kami ga bisa menyalakan pompa air bareng lampu pondokan 88wati, karena sifat saklarnya seperti logika XOR.

Oh iya, pernah malam2 ada mas2 yang juga pengurus pemancingan Pak Sekda datang ke pondokan kami untuk minjam gelas, dan mintanya gelas plastik. Nah pas saya tanya buat apa, dia jawab buat minum. Langsung saja saya laporan sama Irfan (Komanit), dan dia bilang “udah pinjamin aja, ambil aja punyaku.” Akhirnya dipinjamkanlah gelas plastik coklat sedang milik Irfan itu ke mas2nya. Dan ternyata Irfan ga tau maksud untuk minum itu minum apa, dia kira minum air putih :hammer:. Dia pun cuma bisa bilang “Asem, sialan ga tau aku!” (saya edit dikit kata2 Irfan biar seru)

5. Ikhsan

Nah ini nih si jali2, seorang balita yang sering main ke pondokan kami. Dibalik ke-imutannya, dia sangat bandel. Segala hal bandel pernah dilakukannya, dia sering membuang peralatan kami ke kebun. Trus juga sering buang air kecil sembarangan. Malahan pernah menggunting kabel charger hape Irfan yang android! Musuh terbesarnya adalah Abang Reman.

Namun dibalik kebandelannya itu dia menyimpan kebaikhatian lho teman2. Dia pernah membawakan ceriping pisang buatan ibunya pada kami, trus membawakan tart ulang tahunnya juga. Oh iya, si Ikhsan ini pernah dimandiin oleh Farah karena baunya ga enak akibat ingusnya yang meler2, bayangkan saja si Bo di Sinchan.

6. Ayu Zaenab

Istri Pak Kaling yang sangat baik hati. Iput, Be, dan Farah sangat akrab dengan beliau. Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang beliau karena memang saya jarang banget ketemu. Pertemuan saya sama beliau yaitu pas akhir2 KKN pas program udah habis. Saya dan beberapa 88an main ke rumah setelah tarawih, saat itu saya makan kemplang buatan beliau. #rapenting

Ibu yang satu ini jagoan masak, bahkan chef Farah pun kalah! Mulai masak kue sampai masakan khas Bangka semua bisa. Dan masakannya enak lho teman2. Apalagi kami selalu dapat secara cuma2 (cuma makan dan cuangat maknyus), hehehe.

7. Bu Mae

Mempunyai nama lengkap Maesaroh, seorang Jawa yang sudah tinggal lama di Lingk. Matras sambil membuka warung kelontong di depan rumah. Warung Bu Mae adalah warung langganan 88an, bahkan kami juga dipinjami beberapa alat masak dan helm. Sayangnya pas kami diundang untuk buka bersama di rumah Bu Mae masakan beliau kurang maknyus. Hehehe, mungkin karena Bu Mae bukan asli Bangka (yang dimasak adalah makanan Bangka). Tidak banyak cerita tentang Bu Mae, pokoknya sangat baik hati.

8. Kris

Bocah pancing, suka mancing malam2 ga jelas, sukanya menyendiri. Terkadang bocah ini juga suka menjahili 88an mulai dari diam-diam melempari batu ke pintu kamar mandi cowok di sebelah sumur. Nah dan dia lah yang membuat pondokan kami spooky2, karena pernah suatu malam dia membawakan nyanyian mbak kunti yang liriknya “ihiihihihi ihiihihi” dan gilaknya dia menyanyikan itu sambil sembunyi!

Kris adalah kakak kandung ikhsan. Anak ini juga ga jelas, seperti yang dikatakan Be di atas, suka mancing malam2. Pernah kan suatu hari dia pergi mancing dari jam 9 pagi, pulangnya jam 9 malam. Bahkan pernah pula suatu malam dia ditemukan ayahnya sedang mancing jam 10an malam di tempat Pak Sekda. Jos kan? Benar2 mancing mania sejati! #nahlo

9. Abang Reman (Preman)

Abang yang satu ini adalah satu2nya tokoh yang berasal dari 88an. Musuh terbesarnya adalah Ikhsan. Kami sangat beruntung karena selalu dilindungi oleh Bang Reman dari serangan Ikhsan. Nama “Reman” diambil dari celetukan Ikhsan yang sedang kami tanggap. Berikut percakapannya:

“San, ini siapa?”

“Abang Adul!”

“Ini?”

“Kaka Farah!”

“Ini?”

“Abang Reman! Kabooorrr”

 

Nah itu dia sekelumit kisah tentang beberapa tokoh yang sering kami temui waktu KKN.

 

Ditulis dengan iringan soundtrack 88an

 

 

4 thoughts on “KKNSeries #2: Publik Figur Unit 88

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s