Big Bro

Halo sahabat mynguan, lama ga cerita nich (baca: nih) hehehe. Kali ini saya mau cerita tentang kucing, pokoknya tentang kucing. Mulai dari fisik sampai cara berpikir kucing :p. Ok, beberapa banyak hari yang lalu, bulik saya dapat kucing dari salah seorang saudara. Seekor kucing berbulu hitam lebat dan lembut pun sekarang menjadi penghuni ketiga di rumah. Kucing ini diberi nama Big Bro, karena si kucing berkelamin jantan dan bulik saya lumayan ngikutin acara Big Brother yang di Trans. Sebuah acara yang menitik beratkan ke-kinclong-an kepala, karena para finalisnya banyak yang botak #ups. Di sini saya tidak akan membahas Big Brother.

Suatu hari saya jadi penasaran tentang isi pikiran seekor kucing. Nah jadilah saya menebak-nebak apa saja yang sedang dipikirkan kucing. Apalagi kucing kampung yang notabene adalah salah satu penduduk asli negeri tercintah kita. Mungkin mereka juga sempat berpikiran kalo mereka dijajah oleh bangsa kucing asing (sebut saja kucing bule) seperti yang dipelihara bulik saya itu. Jujur saja, setelah bulik saya melihara kucing itu, para kucing kampung jarang dapat jatah sisa nasi padahal Big Bro ga makan nasi, diet karbohodidrat katanya.

Nah itu baru tentang makan kucing kampung. Sekarang tentang jodoh kucing. Kalo di kaum manusia kan biasanya pada kesengsem sama bangsa asing. Apalagi kalo di Indonesia, setiap saya jalan sama temen saya yang cewek, pas dia liat bule dia pasti bilang “iihhhhh unyu… ” Nah hal ini juga mungkin terjadi pada kaum kucing. Ketika ada cewek kucing kampung liat bule kucing, dia mungkin juga bilang “miiiaaeeoonng.” Yang masih menjadi teka-teki saya adalah apakah bahasa kucing tiap2 negara itu beda atau sama? Kalo kita denger sih sama2 “meong” tapi kok si Big Bro ini seperti tidak bisa berkomunikasi sama kucing kampung. Masa pas ketemu cuma liat2an, ga nyapa2 gitu.

Tadi tentang jodoh, nah sekarang tentang peduli lingkungan. Seekor kucing kampung tidak bisa membantu menyapu rumah. Berbeda dengan Big Bro, dia selalu membantu menyapu rumah. Karena sekali berlari dan tergelincir, dia jatuhnya pasti ngesot. Nah dengan ngesotnya itulah debu2 di lantai langsung nempel di bulunya, hehehe. Kalo kucing kampung, sekali lari dan tergelincir dia tidak bisa jatuh ngesot sambil nyapu. Yang ada adalah dia malah memencarkan debu yang di lantai #ganyambung

Sudah dulu ya, bye bye

Karena ada yang minta penampakan big bro kayak apa, nih saya kasih 😀

big bro

 

big bro

Gambar yang terakhir itu bukan keadaan di rumah :p

16 thoughts on “Big Bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s