Cuilan ke Pangumbahan : Naik Ojek

Naik ojek! Sesuatu banget yang sering saya lakukan waktu jalan ke Pangumbahan (Sukabumi) Agustus 2010 kemarin. Sebenarnya sih ga sering, cuma dua kali hehehe. Jadi yang seru adalah waktu naik ojek karena kesasar. Hal ini terjadi karena kedodolan saya yang ga bisa nerjemahin maksud si bapak kondektur bis Bandung-Sukabumi. Si bapak bilang, “oh mau ke Ujung Genteng? Ati2 lo banyak culik di sana.” Ser(a) seketika saya agak merinding juga, mengingat itu adalah perjalanan pertama kali saya. Masa baru jalan sekali udah ilang? :hammer:

Setelah sempat muntah di bis karena ga bisa adaptasi dengan sistem aerodinamik bis yang saya tumpangi akhirnya saya dan Tyo sampai di terminal kecil. Nah sesuai instruksi bapak kondektur yang menyarankan saya untuk naik bis jurusan Surade, saya dan Tyo pun langsung ngacir cari bis. Nah, nemulah kami sebuah bis item kecil tak bertuliskan jurusan. “Bang, ini ke Surade bukan?” Tanya saya ke mas2 kondektur dan dijawab pakai Bahasa Sunda. Berhubung saya dan Tyo ga bawa alpaling Bahasa Sunda, saya pun hanya menebak2 jawaban mas2 kondektur, dan tebakan saya adalah “Ya!” Dan eng ing eng, ternyata bis itu adalah ke Pelabuhan Ratu. FYI, jalan antara Surade dan Pelabuhan Ratu dan terminal adalah semacam bentuk ketapel alias hurup “Y.” Untung di bis kami ketemu bu guru yang baik hati dan tidak sombong yang menjelaskan bahwa kami salah jurusan dan membuat kami shock :hammer:.

Karena merasa kasian si ibu guru pun membantu kami menemukan ojek (tentu saja setelah turun bis) yang bisa mengantarkan ke Surade. Setelah ketemu kami sewa 2 ojek, nah ojek yang saya tumpangi ini mulai cerita aneh2 ketika jalanan bersuasana hutan. Katanya daerah yang saya lewati itu (hutan2) adalah tempat pembuangan mayat korban pembunuhan. E ladalah setelah cerita begitu si tukang ojek berhenti di tengah jalan, alasannya sih telepon istri. Karena habis diceritain hal2 aneh kan saya jadi curiga tuh? Mana ngomongnya pakai bahasa Sunda lagi, terus ojek teman saya ninggalin saya lagi. Udah deh muncul pikiran ke sana ke mari kayak pentas tong setan di sekaten. Pokoknya pas itu saya udah siap mukulin si ojek lah kalo misalkan dia macam2, itung2 mengamalkan ilmu karate yang pernah saya enyam di SMA. Untungnya kami melanjutkan perjalanan ke Surade dan akhirnya selamat 🙂

Itu cerita ojekku, mana ojekmu?

Maap agak garing, maksa sih nulisnya #ups #kejarsetoran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s