Apresiasi Alm. Rendra

Halo sahabat mynguan

Kali ini saya akan bicara tentang Alm. W.S Rendra. Entah kenapa tiba2 hari ini tadi saya jadi kepincut sama sajak2 Rendra yang “lugas” dan penuh metafor. Sajak2 Rendra bagai tongkat elder yang dipegang Harry Potter. Sajak yang mampu mengubah dunia (Indonesia). Yang saya suka dari sajak2 Rendra itu nuansanya, garang banget!

Rendra adalah seorang sosok sastrawan yang muak dengan carut marut pejabat negeri ini. Semua kemuakannya dituangkan dalam berbaris-baris sajak yang garang. Penggunaan diksi-diksinya pun bagaikan memilih pisau mana yang akan digunakan untuk mengiris bumbu dapur. Beberapa metafor Rendra yang bikin saya kagum seperti, comberan peradaban, takhayul pembangunan, penyair salon, dan masih banyak lagi. Wah pokoknya kagum deh sama Rendra, emang pantas dia dijuluki Si Burung Merak.

Sajak Sebatang Lisong

Oleh : W.S. Rendra

Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka

Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.

Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.

Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………

Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.

Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.

Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
………………

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.

Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

19 Agustus 1977
ITB Bandung

Sajak Sebatang Lisong mengisahkan pendapat Rendra tentang sepak terjang WNI nomor 1 sampai 10 yang bekerja siang malam tapi hasilnya nihil untuk rakyat jelata. Ada beberapa bait yang saya suka di sini. Entah kenapa saya selalu suka dengan syair yang “lucu2” pemilihan diksinya. Ini dia bait favorit saya:

Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.

===========================

bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

===========================

Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,

===========================

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,

 

Itu Rendra-ku, mana Rendra-mu? 😀

4 thoughts on “Apresiasi Alm. Rendra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s