Seleksi Alam dan Sekitarnya

konsisten

Selamat pagi, hari ini saya akan bahas tentang seleksi alam. Sebelumnya kita batasi masalah seleksi ini dulu. Seleksi alam yang akan dibahas di sini bukanlah seleksi alam ala Charles Darwin, atau ahli biologi manapun. Tapi seleksi alam yang sering menyeleksi mahasiswa, mengingat mahasiswa adalah agent of change, artinya agen yang selalu berubah-ubah, hehehe.

Banyak temen-temen mahasiswa saya ikutan ini itu dan sana sini atau ngelakuin ini itu, termasuk saya lho. Tapi akhirnya mereka ga konsisten melakoninya, memang sih kalo ditanya mereka bilang, “ah aku ga cocok di sana, ga sesuai passion-ku.” Kalimat itu adalah kalimat yang sering saya dengar, bahkan saya juga seperti itu. Karena kan masa menjadi mahasiswa adalah masa mencari passion kalo menurut saya. Ada yang passion-nya sesuai dengan kuliahnya, ada pula yang ga sesuai.

OK, kembali ke seleksi alam. Kemarin saya suka ikut-ikutan panitia ini itu, organisasi ini itu, dan komunitas sana sini, dan aktifitas ini itu. Namun akhirnya hanya ada beberapa yang membuat saya cocok dan nyaman. Dan setelah saya analisis ternyata saya bertahan bukan karena passion, tapi (beberapa) karena orang-orangnya. Lha terus hubungan seleksi alam dengan passion dan orang-orang apa? Pertanyaan bagus, hubungannya adalah jika kita berkegiatan sesuai passion, maka kita akan kuat dalam menjalani seleksi tersebut. Namun kalau kita ga sesuai passion, orang-orang di dalam kegiatan itulah yang akan menjaga kita dan membantu kita dalam melakoni seleksi. Nah, kalau passion dan orang-orang ga bisa jaga kita, berarti emang ga cocok. Kita salah pilih kegiatan, bro! Kegiatan yang kita lakukan hanya untuk pemuas diri saja, bukan pemuas jiwa.

Seleksi alam juga erat kaitannya dengan konsistensi dan kapasitas diri. Seorang mahasiswa yang bisa bertahan dari seleksi alam adalah mahasiswa yang konsisten dan terus meningkatkan kapasitas dirinya untuk mengarungi lautan kegalauan yang dihadapinya. Konsisten ada hubungannya dengan loyalitas juga lho, yang nantinya pasti akan sangat dihargai ketika kita berkarya di tempat lain. Dan yang paling seru adalah meningkatkan kapasitas diri, ini nih yang sering saya lakukan tapi ga konsisten, hehehe. Awalnya semangat meng-upgrade diri, tapi di tengah jalan udah bosen :hammer:. Misalkan baca buku, baru sampai separuh udah bosen hahaha.

Teman-teman jangan kayak saya ya, kalo konsisten ya konsisten yang bener2 jangan salah2. Biar bisa bertahan dari seleksi alam, serta selalu meng-upgrade diri ya walaupun itu sulit. Lakukan dulu, kalo macet di tengah jalan istirahat dulu lalu lanjut lagi.

Bingung maksudnya? Maaf!

hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s