Monumen = Reminder

Merdeka!

Selamat siang rekan-rekan semua. Kali ini saya mau sharing tentang jalan-jalan ke Monjali hari Senin kemarin. Monumen Jogja Kembali, merupakan tempat jalan-jalan saya hari Senin yang puanas itu. Monumen bukanlah seorang super hero yang bernama Monu, tapi adalah superhero yang bernama Manu (Manuman) #ngaco. Om Wiki bilang, Monumen adalah jenis bangunan yang dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial sebagai bagian dari peringatan kejadian di masa lalu.

Monjali memiliki tiga lantai. Lantai 1 berisi foto-foto peristiwa dan benda-benda bersejarah, lantai dua berisi relief (di dinding luar) dan diorama (di dalam ruangan). Sedangkan lantai tiga merupakan ruang hening tempat kita bisa mendoakan arwah para pahlawan yang dulu telah berjuang untuk negeri ini. Tapi karena banyak anak-anak dan memang tempat wisata, jadilah itu ruang rame bukan ruang hening, hehehe. Nah di ruang hening ini juga ada dua gambar tangan yang buesar. Gambar di sebelah barat adalah gambar tangan sedang memegang senjata (bambu runcing, pistol) sedangkan gambar di sisi timur adalah tangan memegang pena dan mengajak bersalaman. Kedua gambar ini mengingatkan lagi kepada kita bahwa dahulu rakyat Indonesia berjuang dengan “senjata berat” seperti bambu runcing dan pistol, tapi sekarang rakyat Indonesia harus beruang dengan pena dan diplomasi. Bukan jamannya lagi berjuang dengan kekerasan! Uyeah!

Saya jadi merinding sendiri ketika melihat foto-foto peristiwa yang dipajang, apalagi pas sampai di ruang diorama. Seolah patung-patung yang menjadi model di sana ngomong secara langsung kepada saya tentang kejadian waktu itu (jaman perang). Seketika itu juga saya langsung kepikiran bahwa, kalau para pahlawan dan pejuang jaman dulu tidak berjuang melawan penjajah pasti saya ga akan bisa bersekolah di Jogja dan mengunjungi Monumen Jogja Kembali #yaiyalah. Maksud saya, keadaan kita sekarang yang makmur gemah ripah loh jinawi tak lepas dari peran para pejuang kemerdekaan.

Duh Gusti, terima kasih Kau telah menggerakkan hati para pejuang untuk memperjuangkan nasib cucu-cucu mereka sehingga kami bisa berinternet dan menggalau sekarang..

 

4 thoughts on “Monumen = Reminder

    1. ayo ke museum, dengan berkunjung ke museum kita jadi tahu harus berbuat apa untuk zaman sekarang dan mengingat hal yang sudah terjadi pada bangsa kita :))

  1. mari meneruskan perjuangan para pahlawan kita dgn mengisi kemerdekaan yaitu dengan mengamalkan pancasila dan “memperbaiki” negeri ini dengan menerapkan ilmu yang kita punya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s