Sajak Sejak

bukuku

 

Sejak kutemukan buku polosku

aku bingung mau menulis dengan apa

 

Sejak kutemukan pensilku

aku bingung meraut dengan apa

 

Sejak kutahu aku salah menulis

kuambil penghapus dan kuhapus tulisanku

 

Sejak kutahu bahwa pensil kurang permanen

bukuku harus kutulis dengan bolpoin

 

Sejak kutahu tulisanku keliru

aku tak tahu harus menghapus dengan tip-x

 

Sejak kutahu tip-x meninggalkan bekas

aku tahu tak baik menghapus tulisanku dengan tip-x

 

Sejak kutahu aku harus menulis dengan hati-hati

aku menyesal telah keliru menulisi bukuku di beberapa bagian

 

Sejak kutemukan bolpoin warna

aku senang bukuku jadi tak monoton

warna itu menjadi obat sesalku

 

Kini bukuku tak bisa menjadi polos lagi

yang bisa kulakukan adalah menulis dengan warna yang cocok

di lembar berikutnya

 

-Rahmanu-

Ditulis dengan iringan lagu Tendangan dari Langit by Kotak

15 thoughts on “Sajak Sejak

  1. yoi mamen.. berpuisi.. heheh

    serius dikit…
    menjadikan lembaran hidup penuh warna dengan berbagi dan bermanfaat untuk sekitar. kelak tentunya yang berwarna bukan hanya hidup kita aja, tapi juga hidup orang lain dengan ada kehadiran kita yang mewarnainya… ^^

    semangat masbro ^^

    1. jamab sekolah dulu apalagi pas smp aku identik dengan sastro hahaha

      setuju banget mbak, give first receive second. kayak moto hidupnya kotakpermen.wordpress.com alias penulis buku para pemuja matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s