Become The White Tiger

The White Tiger

 

Judul Buku : The White Tiger

Penulis : Aravind Adiga

Penerbit : Sheila

Tahun : 2010

Tebal : 360 halaman

 

Membaca buku ini, kita seperti disuguhkan gambaran India yang kumuh dan carut marut. Korupsi di sana – sini, suap di sana – sini, bahkan sampai meludah pun di sana – sini. Berbeda sekali dengan cerita India yang ada di film-film. Tidak ada India yang isinya tari-tarian, nyanyi-nyaian, dan inspektur Vijay yang selalu datang terlambat. Yang ada cuma orang meludah, dan meludah.

Buku ini menceritakan kisah seorang pemuda desa dekil (Desa Laxmangarh) bernama Balram Halwai dan majikannya yang bernama Mr. Ashok. Balram merupakan sosok sopir yang jujur, patuh terhadap majikan (Mr. Ashok), religius, dan seorang musuh dalam selimut. Ya! Saya mengatakan bahwa Balram adalah sosok musuh dalam selimut, karena dibalik kejujuran dan segala sikap manisnya itu, dia adalah sopir yang menggosipkan majikannya di belakang (walaupun dia nggosip sendiri). Dan terlebih lagi akhirnya dia membunuh secara terencana majikannya itu dengan cara menggorok lehernya dengan pecahan botol miras serta membawa kabur uang sejumlah 700.000 rupee.

Namun, saya juga kagum dengan sosok Balram. Dia menggunakan uang curiannya itu untuk membuka usaha, usaha taksi. Padahal saya kira dia akan menggunakan uang curiannya itu untuk foya-foya di kehidupan malam New Delhi yang hingar bingar. Karena di buku ini juga dikisahkan bahwa dia ingin sekali “bermain” dengan salah seorang gadis pirang yang pernah dilihatnya di Red Light District, New Delhi.

Ada satu hal unik yang paling berkesan bagi saya di buku ini. Yaitu ketika Balram bercerita bahwa dia tidak punya nama. Ketika ditanya gurunya dia berkata, “Nama saya Munna.” Ha! Padahal Munna adalah sapaan untuk anak laki-kali, seperti tole kalo di Jawa. Orang tuanya seperti lupa memberinya nama, mereka terlalu sibuk bekerja di kedai teh, menarik rickshaw, dan merawat kerbau keramat keluarganya. Balram mendapat namanya dari seorang guru sekolahnya yang bernama Mr. Krishna, dan dia menjuluki Balram dengan julukan The White Tiger. Julukan itu diberikannya karena Balram adalah anak yang langka. Dia satu-satunya anak di SD kumuh itu yang paling jujur, dan pintar membaca.

Beberapa hal baik yang bisa kita contoh dari kehidupan Balram adalah:

1. Balram adalah seorang yang jujur, patuh, dan religius apapun keadaannya.

2. Balram tidak memperlakukan sopir-sopir taksinya seperti majikannya dulu memperlakukan dia. Dia sangat menyayangi sopir-sopirnya.

3. Balram orang yang visioner.

4. Balram sangat tidak ingin menjadi seperti bapaknya atau anggota keluarganya yang lain. Dia ingin menjadi seorang entepreneur, dan akhirnya dia berhasil meraih cita-citanya walaupun dengan cara yang sangat licik.

Membaca buku ini, kita akan mengetahui bahwa kehidupan kita di Indonesia jauh lebih baik dengan kehidupan Balram di India. Serius! Saya tidak bohong.

8 thoughts on “Become The White Tiger

  1. aku diceritain temenku, katanya India ga lebih bagus dari Indonesia man.
    salah satu contoh, penumpang keretanya jauh lebih ekstrim dari penumpang kereta Indonesia yang udah termasuk ekstrim (naik di atas gerbong KRL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s