KP #4: Belajar

Meneruskan serial Kerja Praktek (KP) saya di Kalimantan kemarin, kali ini saya akan berbagi hal-hal yang saya dapatkan di sana. Maksud hal-hal di sini adalah sesuatu yang saya pelajari di sana, atau lebih tepatnya pelajaran-pelajaran yang saya dapat ketika KP di sana.

Sisi Akademik

Tema KP yang saya di sana adalah sistem otomasi menggunakan PLC (Programmable Logic Control) dan SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). PLC adalah sebuah alat yang mampu mengendalikan sebuah plant atau sistem yang sangat kompleks. Sebuah modul PLC yang sepaket berisi modul CPU, Ethernet, Digital I/O, dan Analog I/O. Nah sedangkan SCADA adalah adalah sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses. Seperti proses coal crushing, tangki minyak, dan proses-proses Industri yang lain.

Setiap hari Fajar dan saya cuma ngurusin dua hal itu (PLC dan SCADA). Apalagi kami dapat tugas untuk membuat simulasi sistem penghancuran batubara (Coal Processing Plant) atau di sana disebut sistem Integrator dan di akhir KP (setelah tugas selesai), kami diizinkan untuk bermain dengan modul PLC Schneider Electric. Sehingga kami berdua jadi lebih tahu banyak tentang PLC dan SCADA. Selama ini kan kami belum pernah lihat PLC dan SCADA secara real, apalagi kami tidak mengambil praktikum PLC, hehehe.

Masih ada satu hal yang menjadi teka-teki bagi saya. Yaitu tentang SCADA di Integrator. Kalau berdasarkan teori di buku, SCADA meliputi sotfware dan hardware yang terintegrasi. Sedangkan menurut pembimbing kami, software dan hardware yang terintegrasi disebut integrator. SCADA cuma software-nya aja. Hardware-nya adalah field instruments. Menurut slide presentasi dari Schneider pun seperti pembimbing saya, yaitu SCADA merupakan bagian dari integrator. Haduh masih bingung saya, lha wong saya cerita begini aja bingung, hehehe.

Nah, hal yang paling ces pleng bagi saya adalah perbedaan antara SCADA dan HMI. Setelah pembimbing kami memberikan penjelasan, akhirnya saya simpulkan bahwa perbedaan SCADA dan HMI terletak pada akuisisi datanya. HMI tidak bisa mengakuisisi data dan memasukkan ke database, tapi SCADA mampu. HMI cuma sebagai antarmuka antara sistem yang ruwet-ruwet itu (PLC, dan lain-lain) dengan manusia.

Sisi Non-Akademik

Selain belajar tentang sistem otomasi, kami juga belajar hal lain yang nantinya pasti akan menunjang kami agar bisa survive di dunia ini, wow! Mulai dari K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sampai manajemen waktu.

Menjadi seorang pegawai, di mana pun itu,Β  wajib memperhatikan K3. Setiap mau melakukan pekerjaan, selalu perhatikan K3. Memakai Alat Perlindungan Diri (APD), memperhatikan kondisi/lingkungan bekerja, sampai mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Pokoknya utamakan keselamatan dan kesehatan kerja, seperti yang disampaikan oleh poster-poster besar di lingkungan tempat kami KP. Karena nantinya kan anak-istri/suami kita menunggu di rumah, jadi jangan sampai kita sakit, terluka, atau bahkan cacat karena kesalahan kita tidak mematuhi K3. Apa mau nanti kita kalah suit dengan anak gara-gara jari gak komplit?

Manajemen waktu! Nah ini dia salah satu hal yang bisa menghindarkan kita dari stres. Kami membiasakan diri untuk bekerja benar-benar ketika di kantor, dalam hal ini mengerjakan tugas dari pembimbing tentunya. Walaupun beberapa hari saya sempat tertidur, hehehe :p. Lalu kami biasakan untuk leyeh-leyeh ketika di mess. Seperti yang dilakukan oleh pembimbing kami, ketika di kantor beliau sangat enerjik dalam bekerja. Ngurusin ini-itu tak kenal lelah. Namun ketika di rumah, beliau main game online, main sama anak, dan main layangan. Hah!

Berpegang teguh dengan prinsip! Banyak godaan lho ketika kita nanti bekerja, mulai dari godaan harta, tahta, atau wanita. Yang paling besar godaannya adalah godaan harta. Setiap hari yang diomongin cuma duit, bonus, dan segala antek-anteknya. Bahkan banyak juga lho yang jadi gak rajin ibadah gara-gara ngejar duit, terus ada yang korupsi juga, serem! Lalu ada juga lho yang sampai teman makan teman gara-gara ngejar tahta. Seorang teman mencuri/mengaku ide brilian temannya agar dia dapat promosi. Jangan sampai deh kita nanti jadi gak rajin ibadah gara-gara ngejar duit. Nah, solusinya adalah… eng ing eng… kita harus berpegang teguh dengan prinsip. Prinsip jujur, disiplin, berani, bertanggung jawab, dan tentu saja Tuhan.

Oke, sekian.

Salam,

Rahmanu

5 thoughts on “KP #4: Belajar

  1. “Banyak godaan lho ketika kita nanti bekerja, mulai dari godaan harta, tahta, atau wanita”
    Ati2 bang jangan sampe lupa diri πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s