Klakson

gambar: neatoshop.com

Suaranya nyaring, ada yang berbunyi “din din”, “tot tot”, “ngong ngong”, bahkan “oek oek.” Semua kendaraan bermotor umumnya mempunyai klakson, mulai dari sepeda sampai truk trailer semuanya punya klakson sebagai “mulut” kendaraan tersebut. Klakson membuat si pengendara bisa memberitahu kendaraan atau orang di depannya bahwa dia ada di belakang mereka, atau dapat juga diinterpretasikan bahwa dia mau lewat.

Penggunaan klakson juga erat dengan etika berkendara lho. Karena membunyikan klakson itu ibarat kentut di jamuan makan malam oleh seorang diplomat, hehehe. Maksud saya membunyikan klakson itu harus dilakukan di saat yang tepat. Contoh, waktu kita sedang melaju di tikungan yang tajam yang gak kelihatan ada kendaraan lain di ujung tikungan. Atau ketika kita mau mendahului kendaraan di depan kita. Daripada kita membahayakan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik kan kita membunyikan klakson?

Sedangkan contoh membunyikan klakson di saat yang tidak tepat adalah ketika kita melewati kerumunan orang yang sedang kerja bakti di sebuah desa. Bisa-bisa dipisuhi orang sekampung, hahaha. Contoh lainadalah ketika kita berada di lampu merah dan saat itu lampu juga sedang menyala merah, atau baru saja menyala hijau. Baiklah tidak apa-apa kalo kendaraan di depan kita gak maju-maju padahal kendaraan didepannya sudah maju jauh. Namun terkadang baru saja lampu menyala hijau atau bahkan masih merah, sudah banyak orang yang memaksa klakson mereka berteriak-teriak, jadinya kan berisik.Padahal kan mereka juga tahu bahwa kendaraan yang paling depan aja belum maju, apalagi yang di belakangnya.. capede!

Seperti yang diungkapkan oleh Auda dalam blog-nya bahwa sekarang kebanyakan pemilik kendaraan memakai klakson tidak pada tempatnya misalnya pada saat lampu lalu lintas sedang merah, “orang-orang pada hidupin klaksonnya ramai-ramai, beneran ribut jalan itu, padahalkan kenapa gak sabar aja, toh gak ada juga yang mau berhenti lama-lama, kalau bisa jalan ya pasti jalan”.

Selain itu, Pak Doharman juga menyampaikan hal serupa bahwa kenyataan yang sangat aneh dapat kita temukan di tanah air. Walau tidak diperlukan benar, klakson selalu berkicau bagaikan kicauan burung di kebun binatang. Coba kita amati perilaku pengendara dalam kondisi padat merayap (pamer), klakson akan sahut-menyahut seolah menyayikan lagu “dari sabang sampai merauke”.

Ada juga lho mobil yang wajib mengklakson kalo menurut saya, yaitu mobil ambulans dan mobil polisi. Kedua mobil tersebut wajib mengklakson karena dua mobil tersebut membutuhkan jalan yang lapang ketika sirine berbunyi, ingat ketika sirine berbunyi. Kalau kedua mobil tersebut tidak membunyikan klakson ketika melaju dalam keramaian, suara sirine gak akan cukup untuk memberikan pengertian kepada para pengendara lain untuk memberi jalan. Hal yang paling tragis adalah ketika ada ambulans yang sedang mengangkut pasien gawat darurat, sudah membunyikan sirine dan klakson, tetapi gak ada kendaraan yang memberi jalan. Padahal kan kita sama aja menyiksa pasien tersebut kalau seperti itu, nah lo!

So, bijaklah dalam mengklakson..

 

Salam,

Rahmanu

 

12 thoughts on “Klakson

  1. jadi inget pas jaman SMA. di Tangerang, motor-motor dan mobil-mobil pada pasang klakson yang bunyinya kocak tapi bener-bener ngagetin. lebih kurang bunyinya “wwwrrreeeuuurrr” :))

  2. Alhamdulillah ane naik motor, tiap hari pulang pergi bekerja dari Timur sampai Selatan Jakarta PP = 36 KM. Dalam 1 Minggu belum tentu 1 kali ngelaksonin orang. Pernah juga dalam 1 bulan ane pernah gak bunyikan klakson. Cukup pakai lampu dim sambil sabar, minggir dan gak sungkan injak rem saat berkendara.

    Ane suka sewot bawaannye pengen ngajakin ribut sama orang yg di belakang yang bunyiin klakson gak karuan. Entah itu mobil, motor, angkot dll, Kadang suka ane acungkan jari tengah buat orang yang klakson. Kadang ane ajakin berhenti terus ane tunjuk, sambil teriak “WOOOI BERISIIIK, gak usah klakson-klakson dasar B*GO” alhasil orang tersebut pucat, berhenti duduk diam diatas motornya.

    Pokoknya gak pandang motornya gede atau orangnya kecil atau motornya kecil orangnya gede. kalo dia klakson kondisi macet langsung ane peringatin. Pernah ada aparat ane teriakin “WOOOI BERISIIIK” (untung gak pake kata-kata B*GO). Awalnya ane gak tahu bahwa dia adalah aparat karena pakai jaket dan helm full face. Ane tau dia aparat setelah dia nyalip ane, terlihat dia memakai sepatu boot, celana cokelat dengan tas ransel hitam ada lambang busur panah dan anak panah menjulang ke atas.

    Ya niat ane sih ingin mengajak pengendara di jalan merubah kebiasaan orang-orang yang enteng banget pencet klakson, walaupun dengan cara emosi seperti ane ini adalah salah. Akan tetapi bukankah lebih nyaman berkendara tanpa ada suara klakson?

    sebaiknya tumbuhkan prinsip “Jangan Klakson Kalau Gak Bisa Nyalip!”.
    apalagi kondisi macet motor-motor berjalan merayap berbaris, eh masih ada aja yang tin tin tin tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.

    nice post,
    salam

    1. iya mbak.. bener itu kita harus hati-hati dalam membunyikan klakson karena itu juga termasuk etika berkendara di jalan raya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s