Nongton Film Anak

Hari ini saya, Umam (Ceria), Yasir (Ceria), Seto (PCMI Jogja), dan Mbak Icha (Ceria/PCMI Jogja) pergi nongton screening film “Aku, masa depanmu Indonesia!” di Gedung Societet TBY. Sebenarnya tujuan utama kami datang ke sana bukan untuk nognton sih, melainkan untuk dapatin tas cantik hahahaha ya bukan layau. Tujuan kami datang ke sana adalah untuk bisa ngobrol sama teman-teman Yayasan Kampung Halaman, yang bersama ILO menggelar acara screening film ini. Oya, yang bikin filmnya itu anak-anaknya lho, bukan teman-teman Yayasan Kampung Halaman (YKH). Yayasan Kampung Halaman cuma menfasilitasi aja.

Poster

Aku, Masa Depanmu Indonesia! adalah project video partisipatif yang melibatkan 41 pekerja anak yang bekerja di sektor : Pekerja Rumah Tangga Anak (PRTA), Anak-anak yang bekerja di Jalanan, ESKA (Eksploitasi Seksual Komersil Anak), Pemulung dan Pekerja Pabrik Garmen di Sukabumi, Jakarta dan Makassar.

Jadi tujuan kami itu mau berpartisipasi untuk menjadi co-fasilitator untuk adik-adik di Cangkringan. Komunitas kami lagi moving dan lagi PDKT nih sama adik-adik Cangkringan. So kami mau minta diajarin tentang perfilman dulu sama YKH biar nanti juga bisa mengajari adik-adik Cangkringan. Teman-teman pembaca juga boleh ikutan lho kalo mau, tinggal kontek saya aja hehehe

Film-film yang diputar menceritakan tentang realitas yang ada di sekitar kita. Tentang anak-anak dibawah umur yang harus bekerja demi membantu orang tua mereka membiayai adik-adiknya. Ada yang bekerja sebagai pemulung, pembantu rumah tangga, sampai pekerja seks komersial. Oya, habis nongton film ini, saya jadi punya tekat untuk tidak akan mempekerjakan anak dibawah umur, karena mereka masih harus bermain!

Film-film ini juga menceritakan tentang anak-anak yang menjadi nakal, ya yang salah satunya jadi pekerja seks komersial itu. Mereka menjadi seperti itu karena mereka salah asuh kalo menurut saya. Orang tua mereka mengabaikan mereka, maka jadilah mereka seperti itu.. ya kayak di sinetron-sinetron lah.

Saya jadi sadar kalo saya adalah anak yang sangat beruntung mempunyai orang tua yang sangat peduli, sangat mendidik, dan tentunya sangat mau mengeroki saya kalo saya lagi mau masuk angin atau lagi pengen aja dikerokin -___-. Pokoknya bersyukurlah wahai kawan-kawan di seluruh Indonesia, kawan-kawan masa depan Indonesia bahwa kalian adalah orang-orang yang beruntung memiliki orang tua yang sangat sayang pada kalian. Dan mulai sekarang pedulilah terhadap sekitarmu, jangan cuma peduli pada golongan/komunitasmu aja.

Oya satu pelajaran lagi dari nongton film-flm mereka. Yaitu kita tidak bisa terus-terusan menghindar dari masalah, tapi kita harus menghadapi masalah itu dengan jentel. Biar masalahnya selesai, kalo cumang dihindari ya nanti kita akan ketemu lagi sama masalah itu, so face them! dont fly them πŸ˜€

Terakhir, selamat malam, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan..semoga tambah enerjik dalam beribadah πŸ˜€

2 thoughts on “Nongton Film Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s