Pemimpin Kelas Kakap

Kelangkaan sosok pemimpin yang hebat di Indonesia semakin tinggi. Desa, kota, kabupaten, provinsi bahkan sebuah komunitas kecil kesulitan menemukan sosok seorang pemimpin yang mampu membuat lingkungannya merasa nyaman, aman, dan sehat. Diperlukan seorang pemimpin kelas kakap di setiap lingkungan di Indonesia. Dengan adanya pemimpin kelas kakap di setiap lingkungan, pasti bisa membuat lingkungan-lingkungan tersebut semakin baik di masa depan.

Saya telah berdiskusi dengan lima belas orang yang sangat hebat, yang nantinya akan menjadi seorang pemimpin kelas kakap di lingkungannya masing-masing, bahkan ada yang akan memimpin negara maritim ini. Diskusi yang dilakukan menghasilkan tujuh kriteria yang apabila dimiliki oleh seseorang, dia akan menjadi pemimpin kelas kakap.

Kriteria pertama adalah pemimpin kelas kakap harus relijius. Pemimpin tersebut selalu bersama dengan Tuhan ketika berkarya, sehingga segala tindakan yang dilakukannya selalu terjaga. Dia memiliki prinsip bahwa segala hal yang dia kerjakan adalah amanah dari Tuhan, yang nantinya Tuhan akan meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dia lakukan. Hal ini dapat dilatih dengan membiasakan diri untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan.

Selain itu, seorang pemimpin kelas kakap harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik. Hal ini penting karena pemimpin kelas kakap harus mampu membuat lingkungan yang dipimpinnya mengerti kemauannya. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, lingkungan yang dipimpinnya akan mengalami kebingungan menerjemahkan kemauan si pemimpin. Kemampuan ini juga sangat berperan penting ketika seorang pemimpin tersebut harus mengatakan sebuah kejujuran untuk lingkungannya pada saat yang tepat.

Hal ketiga adalah pemimpin kelas kakap harus visioner. Dia harus mampu melihat jauh ke depan dan mampu merencanakan strategi untuk mencapai visinya tersebut. Tanpa sebuah visi, seorang pemimpin tersebut tidak bisa dikatakan pemimpin, karena dia dianggap tidak bisa “meramalkan” tentang masa depan lingkungan yang dipimpinnya. Dan tanpa mampu merencanakan strategi untuk mencapai visi tersebut, dia akan dianggap hanya seorang pelamun.

Selanjutnya, kemampuan komunikasi yang baik harus diimbangi pula dengan kepedulian (sensitifitas) yang tinggi terhadap lingkungannya. Seorang pemimpin kelas kakap harus mampu membaca kebutuhan lingkungan yang dipimpinnya. Tanpa mampu membaca kebutuhan lingkungan yang dipimpinnya, dia tidak akan bisa menentukan keputusan yang tepat untuk lingkungannya tersebut. Ketika lingkungannya membutuhkan huruf A, dia juga harus dapat menyediakan huruf A. Pemimpin kelas kakap akan bekerja bersama lingkungannya, bukan bekerja untuk lingkungannya

Kriteria keempat adalah integritas, yang merupakan pendamping kriteria visioner. Sebuah visi yang jelas dan bahkan sudah berstrategi, tidak akan tercapai tanpa integritas pemimpin tersebut. Dengan integritas yang tinggi, pemimpin kelas kakap akan selalu berkomitmen terhadap apa yang menjadi visinya. Bahkan dia akan selalu berkomitmen terhadap apa yang dia ucapkan, sehingga dia tidak akan disebut sebagai pemimpin yang mengumbar janji dan mimpi saja.

Selain integritas yang tinggi, pemimpin kelas kakap juga harus inspiratif. Peminpin kelas kakap harus bisa selalu berbagi kemanfaatan dengan lingkungannya. Dia harus mampu membuat lingkungan yang dipimpinnya berubah ke arah yang lebih baik dengan cara mengikuti caranya atau memakai caranya sendiri. Lingkungan yang terinspirasi tidak akan berkarya kelas teri, tetapi mereka akan berkarya se-kakap-kakap-nya.

Kriteria terakhir adalah nasionalis. Seorang pemimpin kelas kakap tidak akan ideal tanpa mempunyai sifat nasionalis. Segala hal yang dia kerjakan tetap memperhatikan prinsip-prinsip Pancasila, kearifan lokal, dan budaya lingkunganya. Tanpa sifat nasionalis dikhawatirkan pemimpin tersebut hanyut dalam ganasnya sapuan ombak globalisasi. Nasionalisme yang kuat diharapkan mampu menjaga si pemimpin dari sapuan ombak globalisasi.

Menjadi pemimpin kelas kakap dapat dilakukan oleh semua orang, tua atau muda. Asalkan dia mau memantaskan diri untuk mencapai hal tersebut dengan cara mendekatkan kriteria dirinya dengan tujuh kriteria pemimpin kelas kakap. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama Tuhan masih memegang kekuasaan yang paling tinggi.

 

“Berkaryalah sekakap-kakapnya untuk lautmu”

 

Written for  “van Deventer-Maas Stichting 10th Leadership Conference”

Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta

July, 2012

2 thoughts on “Pemimpin Kelas Kakap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s