Perempatan Jalan

Di perempatan jalan aku melihat

melihat sepasang bola mata merah marah

marah atas kelunya hati

 

Di perempatan jalan aku melihat

melihat burung nasar berputar-putar menunungguku mati

sekarat terjangkit tumor belukar mengakar subur di hati

 

Di perempatan jalan aku meraba

meraba kasarnya tumor belukar halus itu

 

Aku butuh operasi!

Pak dokter kemarilah, raba belukarku

Parahkah?

Operasilah aku tanpa bius manismu

biar takjub hatiku menangis

 

Seketika aku mendengar

mendengar raungan klakson motor di belakangku berteriak

Woi wong edan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s