Pahlawan Pembasmi Nenek Sihir

Setiap orang bisa jadi pahlawan. Baik pahlawan untuk orang lain, untuk keluarganya, untuk dirinya, dan bahkan pahlawan kesiangan. Sebelum saya menceritakan tentang kepahlawan si pembasmi nenek sihir, saya mau ngucapin selamat hari pahlawan kepada rakyat Indonesia. Semoga kita semua dapat meneladani antusiasme perjuangan para pahlawan yang tak kenal lelah demi kepentingan orang banyak. Aamiin..

The Witches

Judul: The Witches

Penulis: Roald Dahl

Jumlah Halaman: 208 Halaman

This Roald Dahl classic tells the scary, funny and imaginative tale of a seven-year-old boy who has a run-in with some real-life witches! “In fairy tales witches always wear silly black hats and black cloaks and they ride on broomsticks. But this is not a fairy tale. This is about REAL WITCHES. REAL WITCHES dress in ordinary clothes and look very much like ordinary women. They live in ordinary houses and they work in ordinary jobs. That is why they are so hard to catch.” Witches, as our hero learns, hate children. With the help of a friend and his somewhat-magical grandmother, our hero tries to expose the witches before they dispose of him -goodreads.com-

Bulan lalu saya habis baca buku berjudul “The Witches.” Buku tersebut mengisahkan tentang nenek sihir yang ada di dunia ini. Di buku diceritakan ciri-ciri nenek sihir mulai dari pakaiannya, rahasianya, kebiasaannya, kesaktiannya, sampai kengeriannya. Berikut beberapa rahasianya: Seorang nenek sihir selalu memakai sarung tangan, karena kuku tangannya sangat panjang. Mereka juga selalu memakai wig, karena sebenarnya nenek sihir itu botak. Nenek sihir tidak suka anak-anak, karena menurut mereka bau anak-anak sungguh tidak enak. Dan yang paling unik adalah, mereka ternyata tidak memiliki jari kaki, makanya mereka suka memakai sepatu yang sangat lancip agar dikira kakinya normal-normal saja.

Kisah kepahlawanan terletak saat si tokoh tidak sengaja menguping pembicaraan ratu penyihir dan pengikutnya untuk  mengubah semua anak-anak di dunia ini menjadi tikus. Alasannya sepele, semua penyihir di dunia ini tidak suka anak-anak. Namun malang bagi si tokoh karena dia ketauan menguping dan akhirnya dia pun diubah menjadi tikus oleh ratu penyihir.

Luar biasa si tokoh tidak menyerah dengan keadaannya yang menjadi tikus. Dia malah punya gagasan untuk menyelamatkan anak-anak di seluruh dunia dari ancaman menjadi tikus. Dengan dibantu neneknya, si tokoh berjuang mati-matian untuk menggagalkan rencana ratu penyihir. Akhirnya dia bersama neneknya berhasil menggagalkan rencana si ratu penyihir dengan cara mencuri ramuan pengubah tikus. Ramuan yang dicurinya itu lantas dituangkan ke dalam sup-sup yang dimakan oleh para penyihir, dan wala! Semua penyihir akhirnya menjadi tikus!

Buku ini mengajarkan bahwa keterbatasan keadaan diri tidak bisa menjadi penghalang untuk menyelamatkan dunia. Lebih spesifik adalah keadaan apapun yang kita alami tidak akan bisa menghalangi kita untuk berbuat baik. Apalagi perbuatan baik itu diniatkan untuk membantu banyak orang. Tuhan akan membantu orang-orang yang mau berusaha walaupun dia dalam kesulitan.

Terakhir, mari membaca!

Buku yang ditulis Roald Dahl ini sungguh menarik untuk dibaca karena ditulis dengan ringan dan lucu. Memang buku ini ditujukan untuk anak-anak, tetapi tidak ada salahnya lah saya ikut membaca buku ini, hehehe.

 

 

4 thoughts on “Pahlawan Pembasmi Nenek Sihir

    1. ho o, Mer. Sekali baca bukunya aku langsung ngefans hahaha. Dan itu buku cepet banget selesai dibaca, ringan banget soalnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s