Tamalsia #1: Bangkok

Hai kawan, kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya kemarin. Perjalanan ini saya namakan “Tamalsia,” plesetan dari “tamasia.” Tamalsia adalah Thailand-Malaysia-Singapura. Selama 10 hari saya menjelajah Thailand, Malaysia, dan Singapura seorang diri. Ya, saya melakukan solotraveling, sebuah angan-angan tahun lalu yaitu ingin melakukan solotraveling. Sebenarnya agak grogi juga sih kemarin, secara saya baru pertama kali ke luar negeri, sendirian pula. Solotraveling yang saya lakukan adalah lebih karena keterpaksaan, gak punya/dapet temen jalan, hehehe.

Solotraveling mempunyai beberapa keuntungan dan kekurangan. Keuntungannya adalah kita dapat mengatur/mengubah rencana perjalanan semau kita. Tidak terpancang dengan orang lain. Kekurangannya adalah gak punya temen ngobrol, temen mikir dan temen seru-seruan dan temen konyol-konyolan. Selain itu juga kita harus jaga diri sendiri. Kalo saya sih lumayan pede, dalam hati selalu saya tanamkan kalimat, “Santai, gue pegang sabuk cokelat karate, hahaha.”

Baik langsung to the point saja. Perjalanan dimulai dengan penerbangan Jogja-Jakarta yang ternyata pesawatnya delay sekitar 30 menit sodara-sodara. Saya udahketar-ketir,takut penerbangan Jakarta-Bangkok tidak terkejar. Namun,alhamdulillahsaya sampai di Terminal 3 Soekarno Hatta dengan cengar-cengir kebingungan harus menuju kemana. Clingak-clinguk cari papan informasi penerbangan internasional akhirnya bertanya juga sama mbak-mbak di meja informasi -,-. Setelah mendapat jawaban yang pasti, langsung saya dengan PD menuju bagian imigrasi untuk cek paspor, pindai barang bawaan, pindai diri, dan terpaksa meninggalkan 3 botol air mineral beserta sampo yang baru saja saya beli. Sial, ternyata tidak boleh membawa cairan berlebih ke dalam kabin pesawat. Baiklah, saya manut saja…

Penerbangan Jakarta-Bangkok tidak bisa saya nikmati, karena 3,5 jam dalam pesawat tanpa teman ngobrol sungguh membosankan. FYI, ibu-ibu sebelah saya sudah ngomong bahasa Thailand, so saya cuma bisa cengong :|. Dalam kondisi seperti ini andalan saya adalah an**mo, sebuah obat anti m*dar #eh maksudnya obat tidur selama di perjalanan kemana saja, hehehe. Jadi gak banyak cerita deh di sini..

Kira-kira pukul 20.00, kami (saya+penumpang lain yg tidak saya kenal) mendarat dengan mulus di Bandara Don Muang Bangkok. Ritual di sini pun sama kayak di bandara lain, turun pesawat – clingak-clinguk – lihat-lihat sebentar – bingung, hehehe. Lagi-lagi grogi ketemu imigrasi, walopun saya udah kaya akan informasi-informasi tentang apa saja yang dilakukan di imigrasi, tapi tetep saja grogi.Alhamdulillahngisi-ngisi berkas dan ke loket imigrasi berdjalan lantjar tanpa hambatan, dan…. welcome to Thailand :)))

Begitu keluar dari bandara saya langsung mencari halte bis. Saya harus naik bis nomor 59 untuk sampai ke kawasan Khaosan Road. Dari bandara ke kawasan Khaosan kira-kira ditempuh selama 1 jam, dan saya turun di Halte Khok Wua. Nah ini mulai seru. Sebelum berangkat saya sudah ngeprint peta dari google map, directionKhok Wua – Khaosan kira-kira 750 m. Dan…eng ing eng saya sukses nyasar! Hahaha padahal saya udah bawa peta dan kompas. Terbersit rasa malu sebagai mantan anggota Pramuka dari SD-SMA. Bayangkan selama berthaun-tahun jadi anggota Pramuka tapi tetep nyasar ketika bawa peta dan kompas. Untung nyasarnya gak jauh-jauh amat, jadi saya gak terlalu basah oleh keringat. Akhirnya saya nginep di Sawasde Welcome Inn malam itu. Tidur…

Kelanjutannya nanti malam ya :p

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s