Wawancara Beasiswa 2016

Halo! Sambil harap-harap cemas menunggu pengumuman dari univadmissions Swedia, aku akan membagi pengalamanku waktu wawancara LPDP bulan lalu.

Namun ini bukan tips and tricks ya, karena aku hanya beruntung bisa mendapatkan beasiswa yang lagi ngetren ini. Aku lebih suka menyebut diriku beruntung bisa dapet beasiswa ini. Menurutku sih. Peace. Tak lepas dari segala perjuanganku harus tes IELTS, periksa kesehatan, dan lain-lain. Hehe

Petualangan menuju meja wawancara, LGD, dan menulis essay diawali dari sarapan dulu, mandi pagi, dandan dikit, menyiapkan motor, berangkat deh ke gedung keuangan. Segala yang sudah disiapkan pun pasti masih ada celahnya, someshit may happen sodara-sodara, aku lupa bawa papan berjalan. Padahal disuruh bawa buat jaga-jaga kalo nanti dibutuhkan. Jadilah beli papan berjalan dulu di fotokopian dekat kampus UAD Yogyakarta. Mayan lah pemanasan dulu.

Setelah mengisi presensi, sambil menunggu namaku dipanggil, aku ngobrol sama beberapa kandidat yang lain yang sebelumnya sudah ketemu di LINE.

Sekilas info, ini yang unik dan bikin seru di seleksi beasiswa LPDP. Ketika nanti kamu ikutan seleksi beasiswa LPDP, kamu bakal masuk ke grup LINE yang beranggotakan semua kandidat dan isinya cerita-cerita pengalaman para kandidat lain pas wawancara. Nah dari cerita-cerita itu, kamu bisa memetik pelajaran atau kesimpulan sendiri yang bisa dipakai pas wawancara. Jadi suasana seleksinya sangat-sangat guyup dan seru. Sukak!

Wawancara

Pukul 08.00 lebih dikit akhirnya aku duduk di kursi wawancara. Persis seperti yang diceritakan temen-temen yang lain. Ada 3 orang pewawancara yang terdiri dari 2 orang pakar keilmuan kita dan 1 orang psikolog. Waktu itu aku ada di kelompok 7, kelompok 7 adalah kelompok teknik.

Wawancara berlangsung selama 45 menit, dengan proporsi penggunaan Bahasa Inggris : Bahasa Indonesia = 60:40. Diawali dengan perkenalan dengan pewawancara. Maksudnya pas itu aku salaman dengan mereka sambil sebut namaku, hehehe, berasa kenalan sama temen baru. Pertanyaan yang dilontarkan pun sama seperti  pertanyaan-pertanyaan yang sering diceritakan oleh para awardee senior di blog-blog mereka. Mulai dari penelitian skripsi, kegiatan selama kuliah S1, mengapa memilih Swedia, mengapa memilih jurusan itu, nanti akan ngapain aja selama S2, sampai mengenai keluarga. Pokoknya segala macam pertanyaannya sudah ada jawabnya di ujung langit, eh, di 3 essay yang sudah ditulis dan dikumpulkan ke LPDP.

Nah, aku menjawab pertanyaannya pun sesuai essay yang aku tulis, lha wong nggak ada ide lain untuk jawab pertanyaannya e. Daripada ak uk ak uk kan? :p

Ada jawabanku yang nggak mutu juga sih sebenarnya, pas ditanya kenapa milih Swedia. Aku jawabnya, “karena waktu saya googling jurusan saya (embedded system), hanya ketemu 2 negara. Belanda atau Swedia. Saya tidak bisa ke Belanda karena nilai writing di IELTS hanya 5.5. Jadilah saya memilih Swedia karena mereka menerima IELTS minimal 5.5 untuk tiap band score.” Ibu pewawancaranya pun manggut-manggut dan tersenyum. Entah pertanda apa.

Essay on The Spot

Jika kamu lincah nulis essay dalam Bahasa Inggris, pasti bisa menyelesaikan tugas ini dengan tidak terseok-seok. Kalau aku sih terseok-seok.

Pertama, topiknya nggak aku kuasai, aku dapet topik hukuman koruptor dan teroris. Kedua, aku nggak lincah menulis serius (essay) dalam Bahasa Inggris. Alhamdulillah essay berhasil ditulis dengan 4 paragraf kayak tes IELTS. Aku lihat kandidat yang lain tulisannya panjang-panjang 😐

LGD

Sebelum LGD, aku dan kelompokku udah koordinasi dulu mengenai tata cara penyampaian pendapat. Biar nanti pas LGD bisa langsung tancap dan lancar dan terkendali dan aman. Kami sepakat untuk saling memberi kesempatan berpendapat dan kalem-kalem aja nggak usah mendebat. Kami dapat topik mengenai Bela Negara yang tahun lalu sempat booming.

Berdasarkan kesepakatan itu sih aku berdiskusi seperti biasa, karena nggak pintar basa-basi dan merangkai kalimat secara lisan. Jadilah langsung to the point, langsung ngasih pendapat bla bla bla hehehe.

Alhamdulillah LGD selesai pada waktu yang tepat, nggak kurang nggak lebih. Pas!

Yosh! Begitulah pengalamanku ikutan seleksi substansi LPDP batch 1 2016. Aku masuk di kelompok PK-67 bersama 111 orang lainnya. Buanyak banget!

Mohon doanya ya agar aku diterima di salah satu universitas di  Swedia tahun ini. Aamiin 🙂

#RahmanuGoestoSweden2016

 

Salam,
Rahmanu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s