Menginjak Sandal

Selamat siang Indonesiaku!
Siang ini saya mau menyampaikan keresahan saya mengenai “menginjak sandal.”

Sebuah hal yang ringan sebenarnya, tapi hal ini mau saya bikin berat.

Hari Jumat selalu menjadi hari yang dinanti karena besoknya adalah hari Sabtu, yaiyalah. Selain itu, pada hari Jumat semua muslim disarankan untuk beramal sebanyak-banyaknya mulai dari sekedar senyum, mengisi kotak infaq, membaca Al Quran sampai bahkan ada beberapa pedagang yang menggratiskan dagangannya pada hari itu. Namun, menurut saya semua amal itu akan turun nilainya jika bapak-bapak dengan semena-mena menginjak sandal jamaah-jamaah sholat Jumat demi memarkir sandalnya dekat dengan teras masjid.

Kan KZL kalau sandal kita yang awalnya bersih jadi kotor karena terinjak. Apalagi jika sandal yang menginjak sudah terkena kotoran-kotoran basah. Hiyek!

Mungkin nanti ada komentar, lha sandal yang sudah terpakir kan juga gak dijamin bersih dari najis. Iya benar, tapi setidaknya dapat menjaga nilai amal seharian. Emang mau digerutuin orang lain karena sudah menginjak sandal yang bersangkutan? Padahal mungkin cuma saya sih yang menggerutu.

Tulisan ini agak sensitif sih sebenarnya, tapi gapapa, saya cuma mau mengutarakan isi hati saya.

Menurut hemat saya, seharusnya tuh kalau bapak-bapak mau parkir sandal mepet teras masjid, silakan dicopot dulu sandalnya, lalu ditenteng ke dekat teras. Sandal yang sudah terparkir boleh diinjak tanpa alas kaki. Begitu.

Sudah dulu ah, gitu aja.

Salam,

Rahmanu

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s